Jumat, 20 November 2015

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional
Oleh : Diana Sita Diwara Cendyrian Pramurtama/X MIA 3/05

Pada suatu hari di sebuah sekolah, disela-sela pelajaran salah seorang guru mengumumkan kepada muridnya bahwa sekolah mereka akan menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.
“Anak-anak sekolah kita sebentar lagi akan menjadi sekolah bertaraf internasional,lho.”jelas Bu Guru.
“Masa sih,Bu!”jawab murud-murid serempak.
“Iya,nak.”jawab Bu Guru
“Ah masa?”tanya murid-murid lagi.
“Iya!!”tegas Bu Guru.
“Teruuusss??”tanya para murid.
“Apa yang akan kalian persiapkan jika sekolah kita bertaraf internasioanl?” tanya Bu Guru.
“Saya akan meluangkan waktu saya untuk belajar lebih giat.”jawab Koneng.
“Bagus,Koneng.Kalau kamu Juju,apa yang akan kamu persiapkan?”tanya guru kepada Juju.
“Saya akan daftar ke bimbel yang terbaik.”jawab Juju.
“Ide yang cemerlang,Juju. Kalau kamu Popo?”tanya guru lagi.
“Saya akan berhemat dan rajin menabung.”jawab Popo dengan lugas.
“Kenapa begitu?”tanya guru dengan bingung.
“Karena menurut saya,RSBI bukan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, tetapi Rintisan Sekolah Bertarif Internasional.”jawab Popo.
“Maksudnya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional itu sekolah kita seperti sekolah di luar negeri yang lebih banyak menggunakan bahasa inggris.”jelas Guru.
“Tapi, semua biaya sekolah RSBI itu serba mahal. Jadi, kita harus berhemat dan rajin menabung.”tegas Popo.
“Anak-anak bagaimana menurut kalian?”tanya Bu Guru kepada semua murid.
“Saya setuju dengan Popo,Bu.Karena menurut saya RSBI serba harga internasional.”jawab Dodok.
“Saya juga setuju,Bu.”jawab para murid.
“Bertaraf internasional bukan bertarif internasional!!!!”terang Bu Guru.
“Tapi serba mahal,Bu!!!”jawab para murid serempak. Suasana kelas menjadi ricuh.
“Iya,Bu.Betul itu!”tegas salah seorang murid.
“Huuh,terserah kalian deh.”jawab Bu Guru dengan kesal.
            Bu Guru pun akhirnya mengalah dan melanjutkan pelajaran yang akan dia ajarkan. Suasana kelas pun kembali seperti semula.





1 komentar: