Rintisan Sekolah Bertaraf
Internasional
Oleh : Diana Sita Diwara Cendyrian
Pramurtama/X MIA 3/05
Pada suatu hari di sebuah sekolah,
disela-sela pelajaran salah seorang guru mengumumkan kepada muridnya bahwa
sekolah mereka akan menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.
“Anak-anak sekolah kita sebentar lagi
akan menjadi sekolah bertaraf internasional,lho.”jelas Bu Guru.
“Masa sih,Bu!”jawab murud-murid
serempak.
“Iya,nak.”jawab Bu Guru
“Ah masa?”tanya murid-murid lagi.
“Iya!!”tegas Bu Guru.
“Teruuusss??”tanya para murid.
“Apa yang akan kalian persiapkan jika
sekolah kita bertaraf internasioanl?” tanya Bu Guru.
“Saya akan meluangkan waktu saya
untuk belajar lebih giat.”jawab Koneng.
“Bagus,Koneng.Kalau kamu Juju,apa
yang akan kamu persiapkan?”tanya guru kepada Juju.
“Saya akan daftar ke bimbel yang
terbaik.”jawab Juju.
“Ide yang cemerlang,Juju. Kalau kamu
Popo?”tanya guru lagi.
“Saya akan berhemat dan rajin
menabung.”jawab Popo dengan lugas.
“Kenapa begitu?”tanya guru dengan
bingung.
“Karena menurut saya,RSBI bukan
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, tetapi Rintisan Sekolah Bertarif
Internasional.”jawab Popo.
“Maksudnya Rintisan Sekolah Bertaraf
Internasional itu sekolah kita seperti sekolah di luar negeri yang lebih banyak
menggunakan bahasa inggris.”jelas Guru.
“Tapi, semua biaya sekolah RSBI itu
serba mahal. Jadi, kita harus berhemat dan rajin menabung.”tegas Popo.
“Anak-anak bagaimana menurut
kalian?”tanya Bu Guru kepada semua murid.
“Saya setuju dengan Popo,Bu.Karena
menurut saya RSBI serba harga internasional.”jawab Dodok.
“Saya juga setuju,Bu.”jawab para
murid.
“Bertaraf internasional bukan
bertarif internasional!!!!”terang Bu Guru.
“Tapi serba mahal,Bu!!!”jawab para
murid serempak. Suasana kelas menjadi ricuh.
“Iya,Bu.Betul itu!”tegas salah
seorang murid.
“Huuh,terserah kalian deh.”jawab Bu
Guru dengan kesal.
Bu Guru pun
akhirnya mengalah dan melanjutkan pelajaran yang akan dia ajarkan. Suasana
kelas pun kembali seperti semula.
Ya, terima kasih.
BalasHapus